Belajar Mencintai Sesuatu yang Anda Lakukan Nggak sengaja saya membaca buku Born to Win yang lama tersimpan di rak buku dan disana terdapat artikel yang layak untuk kita share disini. Berikut ini artikel lengkapnya: Saya ingin berbagi penemuan saya yang paling menarik dengan Anda. Anda dapat membuatnya menjadi pelita: - Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silahkan tidur siang.
- Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah piknik.
- Jika Anda ingin berbahagia selama satu minggu, pergilah berlibur.
- Jika Anda ingin berbahagia selama satu bulan, menikahlah.
- Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda!.
Saya sudah hidup dengan pemikiran ini selama lebih dari tiga tahun dan kehidupan saya jadi lebih terfokus. Saya selalu mempunyai sikap yang lebih positif dibandingkan kebanyakan kawan saya. Dahulu saya sering tergelincir. Kini, saya tidak terlalu sering lagi tergelincir, walaupun katakanlah sekali dalam sebulan! Setiap hari kita sudah terbiasa bangun dan melakukan apa yang harus dilakukan. Cara sederhana saya yang telah sering diujicobakan adalah mulai menikmati apa pun yang tengah saya lakukan. Di dalam diri kita semua terdapat keinginan abadi untuk mengerjakan tugas-tugas yang menantang, tetapi sayangnya kebanyakan dari kita hanya duduk-duduk saja menunggu datang. Tetai kebanyakan dari kita tidak mendengar ketukan itu karena yang ingin kita dengar adalah "dentuman besar". Padahal pada kenyantaannya, banyak peluang baik mengetuk hanya dengan suara lembut. Sementara itu kita menjadi khawatir. Ada yang mendengar "ketukan kecil" itu dan langsung bergerak — mereka menjadi sibuk, mereka mulai menyukai apa yang mereka lakukan dan perasaan negatif mereka pun menghilang. Mungkin ini mirip dengan kisah ayam dan telur yaitu ketika sang ayam datang terlebih dahulu dan sibuk mengais dan mulai memperoleh cukup cacing serta bertelur "teleur emas", sesederhana itu. Sikap sebaliknya adalah — dengan hanya sebutir telur, apa yang dapat dilakukan orang selain "menunggu dan melihat." Jadi sebenarnya terserah Anda, apakah ingin mengerami sambil bersedih atau maju ke muka dengan antusiasme." | Pustaka: Batra, Promod. 2002. BORN TO WIN.Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. Hal: 57-58 Ia lebih suka menyalahkan lilin ketimbang menyumpahi kegelapan dan cahanya telah menghangatkan dunia. Adlai Stevenson |